LSP GPPB PROFILE

TUJUAN LSP 

GPPB

Memastikan dan memelihara kompetensi tenaga kerja dan atau calon tenaga kerja di bidang Geologi, Pertambangan, dan Panas Bumi melalui sertifikasi kompetensi

KEBIJAKAN MUTU

1. LSP-GPPB bertekad menerapkan dan memelihara Panduan Mutu sesuai dengan Pedoman BNSP 201 dan 202.
2. Seluruh personil LSP-GPPB berkomitmen untuk menyelenggarakan Uji Kompetensi secara independen dan bermutu.

KEBIJAKAN IMPARSIALITAS

LSP-GPPB akan senantiasa menjaga komitmen ketidakberpihakkan dan memastikan bahwa kegiatan sertifikasi dilaksanakan secara tidak berpihak.

VISI KAMI

  • Menjadi lembaga Sertifikasi Profesi di bidang Geologi, Pertambangan, dan Panas Bumi yang independen dan diakui kredibilitasnya secara nasional dan internasional

MISI KAMI

  • Memberikan pengakuan dan perlindungan atas hak tenaga kerja yang mempunyai kompetensi dalam bidang geologi, pertambangan, dan panas bumi untuk mendapatkan sertifikat kompetensi sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.
  • Menjalankan dan menjaga serta mengembangkan secara terus menerus sistem mutu lembaga pada seluruh tingkatan organisasi tanpa pengecualian berdasarkan umpan balik pelanggan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).
  • Melaksanakan sertifikasi profesi oleh tenaga yang terkualifikasi secara konsisten dan objektif sesuai standar uji yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia; Standar Khusus dan Standar Internasional, dalam rangka membantu kesiapan tenaga kerja Indonesia di Bidang Geologi, Pertambangan, dan Panas Bumi dalam Persaingan Global untuk mengisi kesempatan kerja baik nasional maupun internasional
  • Mengevaluasi dan mengembangkan standar kompetensi serta mengusulkan standar baru berdasarkan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.
  • Membuat Perangkat Asesmen kompetensi yang digunakan dalam pelaksanaan asesmen kompetensi dengan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja.
  • Mengembangkan Sistem Informasi Sertifikasi Terpadu yang dapat diakses oleh publik terkait proses sertifikasi, meliputi rangkaian proses dari hulu (registrasi) hingga hilir (penerbitan sertifikat)

STRUKTUR ORGANISASI

LSP GPPB didirikan oleh para profesional dibidangnya, yang menjamin kinerja serta kualitas LSP.

BADAN PELAKSANA

Direktur  : Drs. H. Jajat Ruchijat MS.

Kepala Bagian Administrasi : Bambang Soedrajat

Kepala Bidang Sertifikasi : Hadi Wiryono

Kepala Bidang Manajemen Mutu : Hj. Irmayani Nurhayat, M.Pd

SUSUNAN KEANGGOTAAN DEWAN PENGARAH

Periode 1 Januari 2015 – 31 Desember 2017

LIST ANGGOTA

Ketua merangkap Anggota

Dr. Ir. Suryadarma, MBA

M E T I ( Masyarakat Energi Baru dan Terbarukan Indonesia )

Sekretaris merangkap Anggota

Dra. Retno Setyaningrum

ISWI

Anggota

Direktur Tehnik & Lingkungan Minerba

Direktorat Jenderal Minerba

Direktur Panas Bumi

Direktorat Jenderal EBTKE

Ade Hidayat, ST

Pusdiklat Mineral dan Batubara

Ir. A Latief Baky, SH,M.Hum, M.Sc, FIQ

PERHAPI

Ir. Nurhandono

PERHAPI

Prof. Dr. Irwandy Arief

PERHAPI

Ir. Mulyono Hadiprayitno,M.Sc

Institut Teknologi dan Sains Bandung

Otto Maruli Hasibuan,ST

Praktisi K3 dan Lingkungan Pertambangan

Sayogi Sudarman, M.Sc

Praktisi Teknologi Panas Bumi

Ir. Abadi Purnomo

Asosiasi Panas Bumi Indonesia

Dr.Yunus Daud

Asosiasi Panas Bumi Indonesia

Tavip Dwikaryanto

Asosiasi Panas Bumi Indonesia

EkoAgungBramantyo

Asosiasi Panas Bumi Indonesia

Sudarwo

Asosiasi Panas Bumi Indonesia

Dr. Yusmadi Yusuf, ME

HAGI

Pembentukan LSP

PEMBENTUKAN LSP-GPPB

LSP-GPPB (Lembaga Sertifikasi Profesi – Geologi Pertambangan Panas Bumi) adalah lembaga independen yang tidak berbentuk Perusahaan, Yayasan, Koperasi atau Organisasi yang berorientasi pada profit berdasarkan Kepmenakertrans RI Nomor 96A/MEN/VI/2004 tentang Penyiapan dan Akreditasi Lembaga Sertifikasi Profesi.

LSP-GPPB didirikan pada hari Jum’at tanggal 16 Juli 2004 bertempat di ruang rapat Asosiasi, Gedung Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Lantai VI Jl. Prof. Dr. Soepomo No. 10 Jakarta. Pendiriannya disahkan oleh Notaris Drs. Bambang Permadi Amiseno, SH, MM. dengan Akta No. 1 pada tanggal 17 Juli 2004. Atas amanat Peraturan Pemerintah Nomor 23/2004 tentang BNSP, Akta Notaris diamandemen di hadapan Notaris Nurgana Hermania, SH dengan Akta No. 21 tanggal 28 Oktober 2009, dan dengan demikian memiliki kekuatan hukum untuk melakukan perbuatan hukum dengan pihak ketiga.

LSP-GPPB dipersiapkan pembentukannya oleh suatu Panitia Kerja yang dibentuk berdasarkan Keputusan Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Nomor 84.A.K/61.05/BDP/2004 tanggal 31 Agustus 2004 tentang penyiapan Lembaga Sertifikasi Profesi – Geologi Pertambangan Panas Bumi(LSP-GPPB). Melalui kegiatan yang dilaksanakan oleh Panitia Kerja dan dengan dukungan dari Asosiasi Profesi serta dukungan dari Direktorat Jenderal Minerbapabum sebagai Pembina Teknis, terbentuklah Badan Pendiri LSP-BPPB sebagai berikut :

  1. Nursaleh Adiwinata, M.Sc – Pusdiklat Teknologi Mineral dan Batubara (Mewakili Unsur Pemerintah)
  2. Ir. Bambang Susanto – APBI (Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia);
  3. Ir. Suryadarma, MBA – API (Asosiasi Panas Bumi Indonesia);
  4. Ir. Umar Sirait – ASPINDO (Asosiasi Penunjang Pertambangan Indonesia);
  5. Dr. Ir. Andang Bachtiar – IAGI ( Ikatan Ahli Geologi Indonesia);
  6. Ir. Wawa J. Sungkawa – IMA ( Indonesian Mining Association);
  7. Ir. A.Latief Baky, M.Sc – PERHAPI (Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia);

Setelah pendiriaannya, LSP-GPPB mengalami kevakuman selama kurang lebih 3 (tiga) tahun, dan mulai diaktifkan kembali pada tahun 2008 dengan melakukan penyesuaian penyesuaian Akta Notaris, Anggaran Dasar, dokumen Panduan Mutu dan Prosedur berdasarkan PBNSP sehingga mendapatkan lisensi pada tahun 2009 melalui SK Ketua BNSP No. Kep. 178/BNSP/XI/2009 tanggal 24 November 2009 dengan nomor lisensi BNSP-047-ID

 

BENTUK ORGANISASI

Mengacu pada PBNSP 202/2014, Bentuk Organisasi LSP-GPPB sebagai berikut :

LSP-GPPB terdiri dari unsur pengarah dan unsur pelaksana.

Unsur pengarah terdiri atas ketua merangkap anggota dan anggota yang merupakan perwakilan dari para pemangku kepentingan.

Unsur pelaksana LSP minimal terdiri atas ketua serta bagian/fungsi administrasi, sertifikasi dan manajemen mutu.

Pengarah mempunyai tanggung jawab atas keberlangsungan LSP-GPPB dengan menetapkan :

  • visi, misi dan tujuan LSP-GPPB;
  • menetapkan rencana strategis,
  • program kerja dan anggaran belanja;
  • mengangkat dan memberhentikan pelaksana LSP-GPPB;
  • membina komunikasi dengan para pemangku kepentingan; dan
  • memobilisasi sumber daya.

Unsur pelaksana LSP-GPPB memiliki fungsi sebagai pelaksana kebijakan yang telah ditetapkan oleh pengarah, dengan tugas antara lain sebagai berikut :

  • melaksanakan program kerja LSP-GPPB,
  • melakukan monitoring dan evaluasi,
  • menyiapkan rencana program dan anggaran,
  • memberikan laporan dan bertanggungjawab kepada Pengarah
Perjalanan LSP GPPB
N

Berpengalaman

LSP GPPB sudah menghasilkan ribuan alumni yang bersertifikat resmi BNSP selama lebih dari 10 tahun.

N

Profesional & Bersahabat

LSP GPPB berkomitmen untuk menjadi LSP yang profesional dan bersahabat untuk para mitra dan juga Asesi.

N

Online Assessment

Dengan dukungan sistem online assessment yang memudahkan proses sertifikasi dan sejalan dengan industri 4.0

“Dengan Sertifikasi Profesi , membuktikan bahwa Anda memang kompeten dan profesional di bidang tersebut “

Drs. H. Jajat Ruchijat MS.

Direktur LSP GPPB